Bebras
Rangkaian Bebras
Apa itu bebras ? Bebras adalah sebuah prakarsa internasional yang bertujuan untuk mempromosikan Informatika (Ilmu Komputer, atau Komputasi) dan pemikiran komputasi di antara siswa sekolah di segala usia. Peserta biasanya diawasi oleh guru yang dapat mengintegrasikan tantangan Bebras dalam kegiatan mengajar mereka. Tantangannya dilakukan di sekolah menggunakan komputer atau perangkat seluler, atau juga dibilang Bebras Challenge. Bebras juga bisa dibilang kompetisi yang dilakukan secara online dengan soal – soal yang telah dipersiapkan dlam Workshop Bebras Internasional. Bebras ini diinisiasi oleh Prof. Valentina Dagiene dari Lithuania sejak tahun 2004.
Kompetensi ini diadakan untuk umur 5 sampai
umur 18 tahun. Bebras sudah diikuti oleh sekitar 1.3 juta siswa dari berbagai
negara. Bebras dibagi menjadi 3, yaitu Siaga untuk siswa SD, Penggalang untuk
siswa SMP, dan penegak untuk siswa SMA. Siaga (SD) diberi 10 soal dan harus
selesai dalam 40 menit. Sedangkan, Penggalang (SMP) dan Penegak (SMA) diberi
soal sebanyak 12 soal yang harus selesai dalam 45 menit. Bebras dimulai pada
periode bebras week di minggu kedua bulan November.
Apa
itu CT ? CT adalah sebuah cara berfikir untuk memecahkan persoalan, merancang
sistem, memahami perilaku manusia sehingga solusi tersebut efektif. Ct harus
menjadi dasar bagaima seseorang berpikir dan memahami dunia dengan persoalan –
persoalannya yang semakin kompleks karena adanya komputer dimana – mana untuk
membantu berbagai segi kehidupan. Ct berarti berpikir untuk menciptakan dan
menggunakan beberapa tingkat abstraktif sehingga mengusulkun pemecahan solusi
yang efektif, efisien, fair dan aman.
Computional Thinking dipelajari dengan
cara berlatih menylesaikan persoalan – persoalan yang terkait komputasi,
melalui persoalan sehari – hari. Lewat latihan – latihan yang menarik, siswa
menerapkan tenik yang cocok untuk mendapatkan solusi. Berpikir itu juga dapat dipelajari dan diasah
dengan berlatih, serta mengkonstruksi pola pikiran berdasarkan pengalaman, Setelah
latihan, siswa diharapkan melakukan refleksi serta mengkonstruksi pengetahuan
berfikir, kemudian membentuk pola berpikir komputasional, yang seakin lama
semakin tajam, cepat, efisien, dan optimal.
Tangan
yang diberi untuk problem solving terkait dengan kehidupan sehari – hari degan
cara yang menarik dan lucu. Tantangan ini unutk mengajak siswa membangun
keterampilan berpikir untuk menyelesaikan persoalan, melalui pendekatan constructionism yand diperkenalkan oleh Seimort Papert dari
MIT. Tantangan Bebras bukan hanya sekadar lomba untuk menang, tetapi untuk
belajar berpikir dan menyelesaikan persoalan. Kepada peserta yang meraih
peringkat tinggi, akan diberikan sertifikat.
Tujuannya
Tantangan Bebras:
· Memotivasi siswa
untuk mulai tertarik ke topik – topik informatika
·
Memecahkan
persoalan dengan menggunakan informatika
·
Men – stimulasi
minat siswa ke informatika
·
Mendorong siswa
untuk menggunakan “TIK” dengan lebih intensif dan kreatif
·
Menyemangati
siswa untuk berpikir lebih dalam dari pada komputer / alatnya dan TIK
Indonesia mulai bergabung ke komunitas
internasional bebras, dan untuk pertama kali mengadakan Tantangan Bebras dalam
bahasa Indonesia pada tahun 2016. Tatangan diselengarakan secara online yang
digelar di 12 kota dengan peserta 1553 peserta yang terdiri dari 193 peserta
kategori Siaga / SD, 198 peserta kategori penggalang / SMP, dan 968 peserta
kategori Penegak ( SMA/ SMK/ MAN ) yang berasal dari 125 sekolah ( 23 SD, 27
SMP, dan 75 SMA ). Tantangan ini dikoordinasi oleh Pengguruan Tinggi yang
menjadi Mitra bebras Indonesia, dan di Perguruan Tinggi Koordinator / di
sekolah.
Jika ingin lebih mengetahui lebih lanjut tekan
saja link ini https://www.bebras.org/ .
Itu saja yang saya ingin sampaikan, semoga bermanfaat dan juga mengikutinya.
Seperrtinya Bebras memang sangat berguna.
BalasHapus