KARYA TULIS


BAB I
PENDAHULUAN
1         1.1  Latar Belakang
Perkembangan teknologi di era digital yang semakin modern dan canggih ini membuat manusia tidak asing lagi dengan istilah internet. Bahkan, internet sekarang sudah masuk ke dalam bagian kebutuhan dan gaya manusia. Internet ini memudahkan kita untuk berkomunikasi dengan orang lain bahkan satu komunitas di belahan bumi manapun tanpa mengenal jarak. Munculnya internet yang digemari masyarakat ini secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi perilaku seseorang baik sedikit ataupun banyak.
Dengan internet ini kita dapat menggali banyak hal positif yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari – hari. Beberapa hal yang dapat dilakukan seperti mencari segala informasi melalui “google”, menonton tutorial yang bermanfaat di “youtube”, dan melakukan komunikasi seperti rapat atau seminar (webminar). Pengunaan internet dapat sesame manusia saling membantu sehingga dapat meningkatkan kepedulian sesama manusia Internet juga membantu banyak orang untuk menyelsaikan urusannya.
Akan tetapi adanya internet dapat memberikan dampak yang negatif, seperti ada sebagian orang menjadi kecanduan film porno karena kemudahan aksesnya, ada sebagian yang menghabiskan waktunya di depan komputer untuk bermain game online. Dampak kecanduan ini dapat menyebabkan penurunan tingkat kepedulian sesama manusia, menipisnya sikap tenggang rasa dan kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya serta lebih memilih kepentingan sendiri.
Para pelajar merasakan dampak dari adanya perkembangan internet ini. Para pelajar pun juga akan dihadapkan sisi positif dan negatif dari adanya internet. Oleh karena itu tujuan penulisan karya tulis ini adalah mengevaluasi pengaruh teknologi di era digital terhadap sikap pelajar.
1    1.2  Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan masalah-masalah sebagai berikut:
1.      Bagaimana perkembangan Era digital di dunia?
2.      Apa pengaruh era digital terhadap pelajar?
3.      Bagaimana Tantangan Era Digital terhadap pelajar?
4.      Apa upaya dan sikap yang harus dilakukan dalam era digital?
5.      Bagaimana cara mengatasi pelajar di era digital?
6.      Adakah pengaruh teknologi di era digital terhadap sikap remaja di SMP Labschool Jakarta?
1    1.3  Pembatasan Masalah
Agar pembahasan pada karya tulis ini tidak terlalu luas dan rumit, maka penulis   membatasi masalah sampai dengan
Adakah pengaruh teknologi di era digital terhadap sikap remaja di SMP Labschool Jakarta?


1   1.4  Tujuan Penulisan
   Tujuan Penulisan karya tulis ini adalah untuk:
1.      Memberi informasi kepada masyarakat dan pelajar tentang dampak era teknologi terhadap pelajar
2.      Memberikan informasi bagaimana meningkatkan dampak positif serta menurunkan dampak negatif era digital terhadap pelajar.
3.      Memberi wawasan pengetahuan kepada pembaca
4.      Sebagai profil lulusan SMP Labschool Jakarta
1    1.5  Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh penulis adalah teknik studi pusaka dan angket kepada siswa SMP Labschool Jakarta. Sebagian besar materi ini diambil dari internet. Angket berisi beberapa pertanyaan untuk mengetahui pengaruh teknologi terhadap siswa SMP Labschool Jakarta







BAB 2

PEMBAHASAN

2.1 Definisi
2.1.1 Defini Era Digital
               Dari tahun ke tahun, perubahan di bidang teknologi yang semakin canggih menyebabkan terjadinya perubahan besar dunia. Penggunaan teknologi telah memudahkan manusia dalam melalukan akses terhadap informasi. Informasi dengan mudah diakses melalui banyak cara dan kapan saja. Perubahan teknologi ini sering disebut dengan era digital. 
               Apa itu Era digital? Era digital adalah periode dalam sejarah manusia yang ditandai oleh pergeseran dari industri tradisional yang dibawa oleh revolusi industri melalui industrialisasi, ke ekonomi yang didasarkan pada komputerisasi informasi. Permulaan Era Digital dikaitkan dengan Revolusi Digital, sama seperti Revolusi Industri menandai awal Era Industri. Era digital  menggunakan sistem digital yang mengacu pada bentuk bahasa binary yang di gunakan dalam kemunculan digital. Era ini memiliki karakteristik yang dapat dimanipulasi, bersifat jaringan atau juga disebut internet.

4
Menurut Martin Lister (2009) menyatakan bahwa era digital mengacu pada perubahan skala besar dalam produksi media, distribusi media dan penggunaan media yang berifat teknologis, tekstual, konvensional dan budaya. Menurut Arshano Sahar (2014) era digital digunakan untuk menjelaskan kemunculan media yang bersifat digital, terkomputerisasi, dan berjaringan sebagai efek dari semakin berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi.
Berdasarkan definisi-definisi diatas, bahwa era digital merupakan perubahan produksi dan distribusi media yang canggih. Media ini menggunakan internet yang menyebabkan perkembangan teknologi yang luar biasa dan berdampak mengurangi sosialisasi di dunia nyata.
2.1.2 Definisi Pelajar
Apa itu pelajar? Pelajar adalah peserta didik yang mengikuti proses pendidikan dan pembelajaran untuk meningkatkan pengetahuannya. Secara umum, pelajar merupakan individu-individu yang ikut serta dalam proses belajar. Sedangkan, dalam arti sempit pelajar adalah peserta didik.
Menurut Sinolungan (1997), mengemukakan bahwa pengertian pelajar secara luas adalah setiap orang yang terlibat dengan proses pendidikan untuk memperoleh pengetahuan sepanjang hidupnya. Sedangkan dalam arti sempit, pengertian pelajar adalah setiap siswa yang belajar di sekolah. Menurut Nasution, belajar merupakan suatu kegiatan untuk menambah dan mengumpulkan sejumlah ilmu pengetahuan. Pelajar adalah orang yang melakukannya atau pelakunya. Menurut Sudjana, mengemukakan bahwa pengertian belajar adalah setiap upaya yang dilakukan dengan sengaja agar tercipta suatu kegiatan edukatif yang terjalin antara pengajar (pendidik) dengan pelajar (peserta didik). Pelajar pada dasarnya diartikan sebagai pengguna dari jasa yang diberikan oleh pendidik atau pengajar tersebut.
Berdasarkan definisi-definisi tersebut, bahwa pelajar adalah individu-individu yang melakukan kegiatan. Adanya pelajar menciptakan suatu kegiatan edukatif.

2.2 Karaterisik Era Digital
         Ada banyak karakteristik atau ciri – ciri era digital. Berikut ini ciri-ciri yang di sampaikan oleh para ahli.
Menurut Denis McQuail (1987) dalam buku Teori Komunikasi Massa, era digital memiliki ciri sebagai berikut :

·         Desentralisasi : Pemilihan berita tidak lagi sepenuhnya berada di tangan pemasok komunikasi
·         Kemampuan tinggi : Pengantaran melalui kabel dan satelit. Pengantaran tersebut mampu mengatasi hambatan komunikasi dikarenakan pemancar lainnya.
·         Komunikasi timbal balik : Penerima dapat memilih, menukar informasi, menjawab kembali, dan dihubungkan dengan penerima lainnya secara langsung.
·         Kelenturan bentuk, isi, dan penggunaan.

Menurut Martin Lister (2009) era digital memiliki karakteristik:
·         Digital (didata dan diproses dalam bentuk angka)
·         Interaktif (berinteraksi satu sama lain)
·         Hiperteks (membaca tanpa harus berurutan)
·         Jaringan (melalui internet)
·         Virtual (dunia virtual melibatkan grafis computer dan video digital)
·         Simulasi (dunia buatan yang dilakukan melalui model tertentu.)

Secara umum, era digital menimbulkan banyak perubahan dengan munculnya internet, digital mobile phones, mobile data, laptop dan notebook. Perkembangan era digital ini mengubah konsep mengenai waktu dan ruang. Ruang tidak dibatasi oleh batas-batas secara fisik dan waktu tidak lagi ditentukan oleh jarak. Sebagai contoh, smartphone. Smartphone digunakan berkali-kali dalam sehari untuk mengakses media sosial dalam rangka berinteraksi dan mengekspresikan diri. Ruang interaksi banyak dilakukan di ruang virtual dengan media online. Komunikasi dilakukan dengan siapa saja tak tergantung jarak, sejauh ada sinyal dan koneksi internet.

2.3 Peran Teknologi di Kehidupan Pelajar
            Dalam kehidupan di era sekarang, komunikasi lebih mudah dilakukan serta informasi lebih mudah untuk diperoleh. Salah satu contoh nyata yang dapat dilihat adalah mudahnya mengumpulkan informasi pendapat masyarakat melalui internet. Penulis melakukan penyebaran kuesioner bertopik pengaruh teknologi yang disebar melalui internet. Sehingga mendapatkan respon yang cepat dan banyak dari media sosial setelah disebarkan.
Dengan perkembangan era digital saat ini, pelajar mengenal teknologi dengan cepat, dan terus berusaha untuk mengikuti perkembangan tersebut. Salah satu contoh yang berkembang sangat cepat yaitu media sosial. Sehingga penulis dalam survey bertanya mengenai “Dalam berkomunikasi dengan orang lain atau teman, mana yang sering anda lakukan?” Hasil survey menunjukkan bahwa para pelajar cenderung berkomunikasi melalui media sosial seperti WA, Line dan Instagram dibanding bertemu langsung atau telepon. Chart hasil survey terkait sebagai berikut:


Pelajar yang mengikuti perkembangan teknologi pastilah tetap mempunyai kewajiban untuk belajar, sehingga dalam survey ditanyakan : “Menurut anda, seberapa penting internet dalam mendukung proses belajar?” Berdasarkan hasil angket, pendapat para responden mengenai pentingnya internet dalam mendukung prosesnya belajar sebanyak 68% menjawab penting, mengerti akan pentingnya internet untuk mendukung proses belajarnya.




Dari chart di atas, internet sangat penting sehingga banyak pelajar seharusnya membutuhkan internet untuk mencari informasi tentang pelajaran dan penulis juga membutuhkannya untuk topik karya tulis ilmiah.
            Walapun menurut responden bahwa internet itu penting untuk mendukung proses belajar, ternyata tidak ada responden yang menggunakan internet untuk mencari bahan pelajaran. Namun, internet lebih digunakan untuk hiburan, dan komunikasi. Hal ini dibuktikan dari hasil survey yang bertanya “Anda paling sering menggunakan gadget untuk …?” Dengan jawaban terbesar penggunaan gadget oleh pelajar untuk komunikasi dan hiburan.




            Data besarnya penggunaan internet untuk hiburan, komunikasi dan sosialisasi, juga didukung oleh jawaban atas pertanyaan “Aplikasi apa yang sering anda gunakan?” Hasil angket menunjukkan bahwa internet digunakan untuk membuka aplikasi seperti instagram dan youtube. Sebagaimana diketahui Instagarm dan youtube ini lebih digunakan untuk hiburan, walapun instagram juga dapat digunakan untuk bersosialisasi. Namun, aplikasi ini jarang mengeluarkan informasi yang terkait tentang pelajaran. Chart berikut ini tentang aplikasi yang sering dipakai sehari-hari.




Orang tua pun juga mempunyai peran di teknologi. Peran orang tua adalah sebagai pengawas pelajar saat menggunakan gadget. Hal ini dikarenakan seringnya pelajaran menggunakan gadgetnya. Survey menanyakan mengenai “Apakah orangtua anda membatasi anda dalam menggunakan gadget?” Sejumlah 54% responden dibatasi penggunaan gadget dan 46% tidak dibatasi saat menggunakan gadgetnya.




            Penelitian dilakukan mengenai waktu ideal penggunaan gadget melalui pertanyaan “Menurut Anda, berapa lama waktu yang wajar sebagai pelajar dalam menggunakan gadget?”  Walapun para pelajar merasa gadget penting untuk mereka, para responden menyadari perlu adanya waktu ideal dalam menggunakan gadget tentu ada waktu ideal.  Menurut mereka, waktu yang ideal untuk menggunakan gadget sebagai pelajar menurut responden selama 1 – 3 jam adalah pilahan yang terbanyak yaitu 58%. Chart dibawah ini menunjukkan hasilnya:



2.4 Pengaruh Era Digital Terhadap Pelajar
Penggunaan bermacam teknologi memang sangat memudahkan kehidupan. Gaya hidup digital pun akan makin bergantung pada penggunaan ponsel dan komputer. Apapun itu, kita patut bersyukur semua teknologi ini makin memudahkan. Hanya saja, tentunya setiap penggunaan mengharuskannya untuk mengontrol serta mengendalikannya. Karena bila terlalu berlebihan dalam menggunakan teknologi ini kita sendiri yang akan dirugikan, dan mungkin juga kita tak dapat memaksimalkannya. Pelajar harus menyikapi pengaruh dari perkembangan teknologi ini dengan benar. Pengaruh yang positif dan negatif ada banyak sekali yang dapat diketahui. Maka di subbab ini, penulis ingin memberi tahu pengaruh-pengaruh yang dapat diketahui.
Pengaruh Positif :
·         Informasi yang dibutuhkan untuk menjadi lebih cepat dan lebih mudah dalam mengakses .
·          Tumbuhnya inovasi dalam berbagai bidang yang berorentasi pada teknologi digital untuk memudahkan proses dalam pekerjaan kita.
·          Munculnya media massa berbasis digital, seperti media elektronik sebagai sumber pengetahuan dan informasi.
·         Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.
·         Sebagai perpustakaan online, media pembelajaran online,diskusi online dan masih banyak lagi.
·         Mengikuti trending terkini.

Pengaruh Negatif:
·         Hiburan yang membuat pelajar lupa dengan tugasnya dan ibadah
·         Menggangu kesehatan
·         Meniru kekerasan, kriminal yang tidak layak ditanyangi di TV
·         Kejahatan di dunia maya
·         Menurunnya simpati dan empati.

·         Kemajuan teknologi digital akan semakin memudahkan pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) karena akses mudah ke data yang menyebabkan orang menjiplak karya orang lain

·         Salah satu dampak negatif televisi adalah melatih anak untuk berpikir pendek dan bertahan berkonsentrasi dalam waktu yang singkat (jangka pendek perhatian).
·         Penyalahgunaan pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindak pidana.
·         Pola interaksi antar manusia berubah.

Dalam bidang sosial budaya di Era digital juga memiliki berbagai pengaruh positif namun era digital juga membawa pengaruh yang negatif yang menjadikan tantangan untuk memperbaikinya. Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar juga menjadi salah satu tantangan sosial budaya di era digital ini. Pola interaksi antar manusia berubah kehadiran teknologi era digital seperti komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga. Komputer yang disambungkan dengan telepon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar tanpa harus bersosial langsung dengan lawan mainnya.
Dalam survey yang dibuat oleh penulis, sesuai dengan pertanyaan “Menurut Anda, perkembangan era digital cenderung mempengaruhi kehidupan pelajar secara positif atau negatif?” Dua puluh lima responden menyatakan bahwa perkembangan teknologi di era digital cenderung mempengaruhi kehidupan pelajar secara positif. Tetapi kesadaran akan adanya pengaruh negatif yang harus ditingkatkan.



2.5 Cara Mengatasi Pengaruh Negatif Teknologi di Era Digital
            Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mengatasi efek negatif di era digital. Caranya sebagai berikut:

1.      Komunikasi
Komunikasi diperlukan antara orang tua, guru serta pelajar dalam hal penggunaan gadget. Pelajar bisa diarahkan untuk  memanfaatkan teknologi dengan baik apabila orang tau dan guru tahu cara menjelaskannya sehingga pelajar dapat menggunakan  gadget-nya dengan bijaksana.

2.      Pembatasan
Cara ini bisa membuat pelajar semakin produktif dalam hal yang lain, bukan hanya hiburan dan sosialisasi. Mereka akan lebih bisa menerima jika aturan yang orangtua buat disampaikan berikut alasan dan penjelasaanya.
3.    Mendorong aktivitas motorik
Aktivitas ini bisa seperti baca, berolahraga, membantu ornag tua ataupun guru. Hal ini agar pelajar semakin aktif di manapun. Tidak hanya terpaku untuk menggunakan gadgetnya.

4.      Media atau tayangan yang tepat
Orang dewasa seperti orang tua dan guru harus memperhatikan apa yang dilakukan para pelajar saat memainkan gadget-nya. Jangan sampai para pelajar bisa membuka aplikasi atau mengakses informasi yang tidak sesuai dengan umurnya.

5.      Monitoring di lingkungan dunia maya
Pengawasan merupakan hal yang sangat penting untuk menghidari efek negative era digital terhadap pelajar. Sebagai contoh dengan menaruh laptop di tempat yang bisa dipantau agar dapat terjaga untuk tidak membuka situs yang berbahaya. Contoh lain juga bisa dengan melihat di history Google dan Youtube.







BAB 3

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
            Peran teknologi dan internet di era digital saat ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari karena membantu dalam menyelesaikan pekerjaan manusia dan tugas pelajar. Penulis menyimpulkan bahwa ada pengaruh teknologi di era digital terhadap siswa SMP Labschool Jakarta. Sikap pelajar terhadap perkembangan teknologi dapat dilihat misalnya pelajar merasa perlu memiliki gadget pribadi seperti handphone dan laptop sebagai kebutuhan yang dapat mendukung kegiatan pelajar. Walaupun pelajar menyadari bahwa gadget dan internet bisa sangat berguna untuk proses belajar, pelajar lebih sering menggunakan internet dan gadget untuk hiburan, komunikasi dan sosialisasi dibanding untuk mendukung proses belajar dan mencari informasi-informasi yang berguna. Secara umum, pelajar juga sudah mulai menyadari bahwa penggunaan gadget sebaiknya dibatasi sesuai dengan waktu tertentu dan tetap berada dalam pengawasan orang tua.

3.2 Saran
Saran yang dapat diberikan adalah:
1.     

19
Kesadaran penggunaan gadget secara bijaksana harus dijelaskan kepada para pelajar untuk memperkecil pengaruh negatif terhadap pelajar.
2.      Peran orang dewasa seperti orang tua dan guru serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengarahkan pelajar menggunakan gadget secara bijaksana.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Liburan Sekolah Akhir Semester

Wisata Edukasi ke TMII dan Puspitek Serpong

Liburan Saat Asian Games